Kini Lebih Baik
Close  

16 Maret 2011

Tingkatkan Kualitas Layanan, RSD Mardi Waluyo Kota Blitar Gelar Pelatihan K3

Direktur RSD Mardi Waluyo Kota Blitar dr. Husein Abdul Rachman dan Ketua Tim K3 RSSA Malang Edwin Yunus Nasibu, ST saat acara pembukaan pelatihan.

Blitar: Dalam hubungan dengan kecelakaan kerja, potensi karyawan Rumah Sakit mengalami kecelakaan kerja 41% lebih tinggi daripada kegiatan industri yang lain (berdasarkan data National Safety Council (NSC) tahun 1988 – red). Karena itulah penerapan keselamatan kerja di Rumah Sakit mutlak dilakukan. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di RSD Mardi Waluyo, rumah sakit milik Pemkot Blitar tersebut menggelar Pelatihan Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana (K3). Pelatihan berlangsung dua hari, 16 – 17 Maret 2011 diikuti 50 orang yang mewakili seluruh unit pelayanan, termasuk petugas cleaning service, parkir dan satpam. Nara sumber dari Tim K3 Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang yang diketuai Edwin Yunus Nasibu, ST.

“Melalui K3, diharapkan akan tercipta cara kerja dan lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan karyawan Rumah Sakit Mardi Waluyo,” ungkap Direktur RSD Mardi Waluyo Kota Blitar dr. Husein Abdul Rachman dalam pembukaan acara.

Dalam kesempatan tersebut Husein juga menjelaskan, penerapan K3 penting untuk dilakukan di Rumah Sakit, karena Rumah Sakit adalah tempat kerja dengan berbagai potensi bahaya yang dapat menimbulkan dampak kesehatan terhadap karyawan, pasien, pengunjung dan lingkungan. Kegiatan Rumah Sakit berpotensi menimbulkan baaya fisik, kimia, biologi, ergonomik dan psikososial. Untuk mencegah dan mengurangi bahaya kesehatan dan keselamatan, khususnya terhadap pegawai Rumah Sakit, dilakukan pelatihan agar prinsip-prinsip K3 dapat diterapkan di RSD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Lebih lanjut Husein mengatakan, penerapan K3 bagi karyawan bermanfaa untuk melindungi mereka dari Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan mencegah terjadinya Kecelakan Akibat Kerja (KAK). Sedangkan bagi Rumah Sakit, penerapan K3 berarti mampu memenuhi satu persyaratan akreditasi. Namun yang lebih utama adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan, mempertahankan kelangsungan operasional Rumah Sakit, serta meningkatkan citra positif Rumah Sakit, sehingga semakin memberikan manfaat bagi pasien dan pengunjung Rumah Sakit karena mendapatkan mutu pelayanan yang baik.

Sementara itu Ketua Panitia Pelatihan dr. Budi Santoso saat dikonfirmasi menjelaskan, upaya mewujudkan K3 di RSD Mardi Waluyo tersebut sejalan dengan visi mewujudkan RSD Mardi Waluyo sebagai rumah sakit pilihan utama masyarakat yang mampu bersaing di era global pada tahun 2014. Sekaligus untuk mewujudkan misi ke lima RSD Mardi Waluyo Kota Blitar yaitu meningkatkan kompetensi dan pemberdayaan SDM serta mengupayakan peningkatan kesejahteraan karyawan.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit,” kata dr. Budi Santoso.

Pelatihan dibagi dalam dua metode, hari pertama ceramah dan tanya jawab, hari kedua melakukan praktek atau peragaan penanggulangan kecelakaan kerja. Pasca pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan K3 di RSD Mardi Waluyo. Selain itu mereka juga diharapkan mampu melakukan evaluasi keadaan-keadaan darurat, memahami prinsip-prinsip tindakan darurt, memahami tugas pokok dan fungsi sebagai anggota K3, dan trampil dalam melaksanakan tehnik pemadaman api denganapar, hidran dan tradisional.(*)


FormLogin


Video Profil

Pengunjung


Polling

Kartu jaminan kesehatan yang Anda miliki ?
Askes (350)  
  
Jamkesmas (80)  
  
Jamsostek (33)


Website Link