Close  

16 Agustus 2014

Alami Gagal Ginjal, Pasien Jalani Cuci Darah Secara Rutin

Jumlah penderita gagal ginjal di Indonesia cukup tinggi, sekitar 12 juta orang meninggal setiap tahunnya dikarenakan penyakit ginjal kronis. Adanya penurunan fungsi ginjal ini dapat mengakibatkan kematian secara dini. Untuk itu, pasien diharuskan menjalani cuci darah atau transplantasi ginjal.

dr. Novita Widya Paryanti, dokter klinik hemodialisa mengatakan, Cuci darah dilakukan oleh seorang pasien guna memindahkan zat-zat tidak berguna seperti kreatinin dan urea serta air bebas dari dalam darah ketika mengalami gagal ginjal, melalui proses penyaringan diluar tubuh. Hemodialisis (cuci darah) ini menggunakan cairan dialisis bicarbonat, pemakaiannya re-use dengan sistem reverse otomatis.

Rata-rata tiap orang memerlukan waktu 9 12 jam dalam seminggu untuk mencuci seluruh darah yang ada, namun hemodialisa ini sangat tergantung pada derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari, penyakit lain yang menyertai, ukuran tubuh, dan lainnya. Bagi penderita gagal ginjal yang belum bisa melakukan transplantasi ginjal untuk menggantikan ginjal yang rusak, maka harus melakukan hemodialisa seumur hidupnya.

dr. Novita menambahkan, pelayanan cuci darah dapat ditangani di Klinik Hemodialisa RSD Mardi Waluyo Kota Blitar yang dibuka sejak tahun 2009 lalu dengan didukung peralatan canggih. Tenaga medisnya standar RSU dr. Soetomo, Surabaya dan disupervisi/diawasi langsung setiap bulannya. Dengan dilengkapi mesin dialisis berjumlah 12 buah, jadwal dan waktu pelayanan cuci darah dibuka hingga jam 21.00. Kedepannya, pelayanan cuci darah akan dikembangkan hingga 24 jam nonstop. (humas)


FormLogin


Video Profil

Pengunjung


Polling

Kartu jaminan kesehatan yang Anda miliki ?
Askes (350)  
  
Jamkesmas (79)  
  
Jamsostek (33)


Website Link