Close  

30 Agustus 2014

Per 1 September 2014, Tarif Pelayanan Kesehatan RSD Mardi Waluyo Berubah

Tarif pelayanan kesehatan di RSD Mardi Waluyo per 1 September 2014 mengalami perubahan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Walikota Blitar tentang Tarif Layanan Kesehatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSD Mardi Waluyo Kota Blitar yang baru. Dengan adanya perubahan tarif ini, RSD Mardi Waluyo Kota Blitar menggelar sosialisasi Peraturan Walikota Blitar (Perwali) No. 55 Tahun 2014 kepada masyarakat dengan mengundang sekitar 350 orang, terdiri dari ketua RW, LPMK,PKK, Posyandu, tokoh agama, Kasi Kesos dari kelurahan seluruh Kota Blitar.

Sosialisasi ini berlangsung di Aula Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar, rabu (27/8), dan dibuka oleh Asisten Pemerintahan, drs. Muchson, M.Ap. Dalam sambutannya, pihaknya mengatakan, kesesuaian tarif ini ditetapkan dengan merujuk berbagai peraturan perundangan yang mengatur pelayanan kesehatan dan juga berdasarkan asas gotong royong dan keadilan dengan memperhatikan penghasilan masyarakat yang rendah. Sumber dana terbesar biaya operasional dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) berasal dari yang dibayarkan pasien menggunakan jasa layanan pasien, sehingga penetapan tarif harus berprinsip efisiensi dan produktifitas.

Drs. Muchson menambahkan, penyesuaian tarif ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan. Pasien tidak hanya sekedar sembuh dari sakitnya, namun harus mempunyai kesan dan kenangan yang baik selama dirawat di rumah sakit.

drg. Christine Herawaty, Wakil Direktur RSD Mardi Waluyo Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik mengatakan, Perwali yang baru ditetapkan ini sebagai pengganti Perwali No. 11 Tahun 2008 yang sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini, baik karena inflasi, kenaikan biaya lainnya serta adanya regulasi harga dasar untuk pelayaan kesehatan. Disamping itu semakin tingginya kebutuhan operasional sehari-hari, baik alat dan sarana prasarana lainnya.

dr. Khamim Thohari, Sp.BS, Ketua Tim Tarif RSD Mardi Waluyo Kota Blitar sebagai narasumber dalam sosialisasi ini mengatakan, penyusunan tarif ini dilakukan selama 2 tahun dengan menghitung unit cost dari masing-masing pelayanan. Namun tidak semua masing-masing unit cost dimasukkan, karena dapat memberatkan masyarakat. Diantaranya kunjungan poliklinik yang mencapai Rp. 47.500,- namun hanya ditetapkan sebesar Rp. 30.000,-, dan perawatan kelas 3 yang mencapai Rp. 45.000,- namun hanya ditetapkan sebesar Rp. 30.000,-. Hal ini dengan mempertimbangkan daya beli masyakat yang ada. (humas)


FormLogin


Video Profil

Pengunjung


Polling

Kartu jaminan kesehatan yang Anda miliki ?
Askes (350)  
  
Jamkesmas (79)  
  
Jamsostek (33)


Website Link