Kini Lebih Baik
Close  

14 Juni 2014

RSD Mardi Waluyo Kembali Gelar Simulasi Pemadaman Kebakaran

Blitar. Peristiwa kebakaran dapat terjadi kapanpun dan dimanapun yang dapat mengakibatkan korban materi serta adanya korban jiwa maupun kerugian lain secara tidak langsung. Agar selalu siaga menghadapi bencana kebakaran, RSD Mardi Waluyo Kota Blitar menggelar simulasi pemadaman kebakaran rutin tiap 2 bulan, diantaranya digelar pada Rabu, 11 Juni lalu.

dr. Budi, selaku ketua K3 RSD Mardi Waluyo Kota Blitar mengatakan, simulasi ini digelar bertujuan untuk menyiapkan tenaga SDM dalam menghadapi berbagai bencana yang dapat terjadi, seperti kebakaran. Selain itu, untuk melakukan pengecekan rutin dan memastikan kesiapan alat yang digunakan untuk memadamkan api.

Prosedur penanganan pemadaman di RSD Mardi Waluyo telah tercantum didalam SK Direktur No. 445/623/422.205/2010 tentang Sistem Alarm Kebakaran dan Sistem Deteksi Dini Kebakaran, diantaranya prosedur penggunaan hydrant box dan alat pemadam kebakaran ringan (APAR). Hydrant digunakan untuk memadamkan api yang sudah melebar, sedangkan APAR sebagai penanggulangan pertama terhadap api yang tidak begitu besar.

"RSD Mardi Waluyo saat ini sudah miliki 4 titik hydrant box, di depan IGD, sebelah paviliun, depan dan belakang kantor RSD Mardi Waluyo", imbuh dr. Budi.

dr. Budi menjelaskan, langkah pertama penggunaan hydrant box adalah membuka box hydrant lalu mengambil nozzle. Kemudian menarik selang dan dibentangkan. Kemudian menyiapkan sedikitnya dua orang untuk memegang nozzle dikarenakan tekanan air yang cukup tinggi. Selanjutnya membuka secara perlahan lending valve yang berada didalam hydrant box. Setelah selang hydrant terisi air dengan tekanan, secara perlahan memutarkan lending valve hingga air mengalir dengan tekanan tinggi. Setelah api berhasil dipadamkan, tutup kembali lending valve secara perlahan-lahan dan kembalikan selang dan nozzle ke tempat semula.

Untuk penggunaan APAR, langkah pertama adalah mengangkat tabung APAR dari tempat dan meletakkan tabung tersebut di lantai dalam posisi berdiri. Kemudian lepaskan pin pengunci dengan cara menarik pin pada katub penyemprot. Selanjutnya hentakkan dengan telapak tangan katub penyemprot hingga gas sedikit keluar dan mengangkat tabung dengan mengarahkan corong selang ke arah sumber api dengan tangan kiri. Tekan katub penyemprot hingga gas keluar dari tabung. Setelah api berhasil dipadamkan, kembalikan tabung pada posisi semula dengan mencantumkan catatan bahwa tabung sudah kosong.

Dari hasil evaluasi simulasi pemadaman kebakaran yang diikuti sekitar 20 orang, terdiri dari petugas sekuriti dan peserta K3 dari masing-masing ruangan dan poli, pihaknya memastikan bahwa saat ini tenaga SDM tersebut sudah terbiasa/familier dengan alat-alat pemadam kebakaran, dan alat pemadamnya pun siap digunakan sewaktu-waktu meskipun didalam simulasi sebelumnya masih terdapat selang yang bocor namun sudah diganti dengan yang baru. (humas)



FormLogin


Video Profil

Pengunjung


Polling

Kartu jaminan kesehatan yang Anda miliki ?
Askes (362)  
  
Jamkesmas (89)  
  
Jamsostek (33)


Website Link